Weblog Perpustakaan Unsri

Home » JKDMM » PRODUKTIVITAS PENGARANG PADA JURNAL PROGRAM STUDI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU) TERBITAN USU PRESS TAHUN 2004-2006, Oleh Himma Dewiyana dan Fitri Arianti

PRODUKTIVITAS PENGARANG PADA JURNAL PROGRAM STUDI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU) TERBITAN USU PRESS TAHUN 2004-2006, Oleh Himma Dewiyana dan Fitri Arianti

Kirim SMS Gratis di sini

SMS Gratis
Please upgrade your browser

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

Abstrak

Penelitian ini merupakan penerapan hukum lotka (bibliometrika) dalam bidang ilmu perpustakaan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas pengarang, pengarang yang paling produktif dan pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lain pada jurnal ilmiah tercetak terbitan berbagai Departemen atau Program Studi di lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press tahun 2004-2006. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengarang pada jurnal tercetak terbitan berbagai Program Studi di lingkungan USU yang dicetak USU Press selama tahun 2004-2006 hanya menghasilkan 1 artikel. Pengarang yang paling produktif menghasilkan artikel ilmiah adalah Budi R. Hadibroto sebanyak 9 artikel, menulis pada Majalah Kedokteran Nusantara terbitan Fakultas Kedokteran USU dan pengarang yang paling banyak disitir oleh pengarang lain dalam karyanya adalah Usman Pelly sebanyak 18 kali yang hanya menghasilkan 1 artikel pada Jurnal Etnovisi Volume 1 Nomor 1 Tahun 2005 terbitan Departemen Antropologi Sosial USU. Hal ini menunjukkan pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lain tidak selalu pengarang yang paling produktif.

Kata Kunci: ilmu perpustakaa, bibliometrika, hukum lotka, evaluasi jurnal

This research applies bibliometrics method (Lotka’s Law) in library science to know level of productivity at print journal published by department/study program in University of North Sumatra what printed by USU Press during the year 2004-2006 and author that is very often ‘disitir’ by other author at the journal. Bibliometrics is defined as the study of patterns in the publication and use of documents, while bibliometric laws define predictable relationships in those patterns. Based on data obtained, there are 34 headings (125 journals) what published department/study program in University of North Sumatra and printed by USU Press during the year 2004-2006, loads 1.108 article headings yielded by 750 authors. Result of research indicates that most productive author is Budi R. Hadibroto yielding article at scientific journal of Faculty Of Medicines derivative Nusantara and author which at most ‘disiti’ by other author in its the masterpiece is Usman Pelly. This thing means proves that author that is very productive is not always author that is very often disitir by other author.

Keywords: library science, bibliometrics, lotka’s law, journal evaluation

PENDAHUHLUAN

Pemanfaatan jurnal ilmiah sebagai bahan referensi atau pun daftar pustaka  dalam penulisan ilmiah sudah merupakan suatu keharusan karena jurnal ilmiah memuat informasi mutakhir mengenai perkembangan ilmu pengetahuan di bidang-bidang tertentu. Artikel-artikel yang dimuat pada jurnal ilmiah merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang pengarang (pengarang tunggal) atau lebih (kolaborasi).

Eksistensi pengarang pada suatu jurnal ilmiah menggambarkan produktivitas pengarang pada jurnal tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk membahas produktivitas pengarang dan sitiran adalah bibliometrika. Bibliometrika merupakan salah satu metode penelitian dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi yang menggunakan analisis kuantitatif dan statistik dalam menyelesaikan permasalahan. Bibliometrika adalah penerapan metode matematika dan statistika terhadap informasi terekam, umumnya terhadap majalah dan buku (Sulistyo-Basuki, 2006:26).

Diodato dalam Bremholm (2004:1) berpendapat bahwa, “Bibliometrics is defined as the study of patterns in the publication and use of documents, while bibliometric laws define predictable relationships in those patterns”. Dari definisi tesebut, dijelaskan bahwa bibliometrika mengkaji pola publikasi dan penggunaan dokumen. Dokumen yang menjadi objek kajian utama dari bibliometrika adalah dokumen primer dan yang paling dominan adalah majalah ilmiah (jurnal ilmiah).

Ming (2004:1) dalam artikelnya menyatakan bahwa, “Bibliometrics is the quantitative study of literature as it is reflected in bibliographies”. Dapat diartikan bahwa  bibliometrika merupakan kajian kuantitatif terhadap literatur yang dinyatakan dalam bibliografi. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Harande (2001:1), “It refers to the application of statistical techniques to the literature of a given subject. Bibliometrics studies the patterns of communication between documented information and the potential users of information.”

Dari uraian di atas, diambil kesimpulan bahwa bibliometrika merupakan penerapan metode matematika dan statistika untuk menganalisis jurnal ilmiah dan bentuk-bentuk komunikasi tertulis lainnya. Metode deskriptif menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematis sehingga mudah dipahami dan disimpulkan. Untuk menganalisis literatur secara kuantitatif dalam bibliometrika dikenal tiga hukum yaitu Hukum Bradford untuk menentukan jurnal inti (core journal) suatu objek tertentu, Hukum Zipp untuk menghitung frekuensi pemunculan kata yang terkandung dalam sebuah dokumen, dan Hukum Lotka untuk menghitung produktivitas pengarang.

Produktivitas terkait dengan kuantitas dan kualitas dari kinerja seseorang yang dilakukan secara maksimal untuk tujuan tertentu. Masqudi (2004:1) berpendapat bahwa, “Produktivitas adalah sikap mental yang berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, sedangkan hari esok harus lebih baik dari hari ini”. Pendapat lain mengatakan bahwa, “Produktivitas merupakan akar penentu tingkat daya saing baik pada level individu, perusahaan, industri, maupun level negara” (Porter dalam Sumbodo, 2004:1). Melihat kedua pendapat di atas, nilai produktivitas memberikan motivasi bagi seseorang untuk dapat meningkatkan kemampuannya menghasilkan sesuatu yang berharga dan dibutuhkan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi pihak lain. Produktivitas memaksa kita untuk memiliki suatu kemampuan lebih yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Produktivitas seorang pengarang dapat dilihat dari hasil karyanya yang telah diterbitkan. Nilai produktivitas pengarang dapat memberikan gambaran bagi kita tentang pengarang yang paling produktif dalam menghasilkan karya untuk kurun waktu tertentu. Jurnal ilmiah sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena memiliki informasi terbaru yang diperoleh dari hasil penelitian dari para peneliti. Pada suatu jurnal ilmiah, setiap artikel yang terkandung di dalamnya ditulis oleh pengarang-pengarang yang berkompeten di masing-masing disiplin ilmu.

Ming (2004:1) mengatakan bahwa, “The productivity is defined as the number of papers a scientist publishes within a given time”. Menurut pendapat di atas, produktivitas pengarang merupakan jumlah hasil tulisan seorang penulis yang dipublikasikan dalam kurun waktu tertentu.

Dalam menghasilkan karya, seorang pengarang menulis dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah keinginan mereka untuk menghasilkan karya yang semakin baik dari waktu ke waktu. Hal ini memicu pengarang untuk terus berkarya hingga diperoleh kepuasan batin. Selain itu, keinginan pengarang untuk memberikan kontribusi terhadap bidang ilmunya masing-masing juga diyakini akan sangat mempengaruhi produktivitas pengarang dalam menghasilkan karya tulis. Dapat dipastikan bahwa hanya sebagian kecil pengarang yang memiliki produktivitas tinggi.

Roberts (2006:1) menyimpulkan bahwa, “Researchers have used productivity analyses to determine: a) Which authors are most productive in the field;  b) Which universities generate more publication; c) The most popular topics addressed; d) Trends in characteristics of high-producing authors such as male versus female authorship and year of graduation; and e) Changes in the collaborative nature of publications in school psychology.”

Melihat uraian di atas, terlihat bahwa analisis produktivitas pengarang mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang berbagai hal seperti mengenai kepengarangan, baik produktivitas pengarang hingga karakteristik pengarang, subjek terlaris yang diminati pembaca, serta mengenai lembaga penerbitan yang paling banyak menerbitkan karya.

Penghitungan tingkat produktivitas pengarang pada jurnal ilmiah dilakukan agar dapat mengetahui jurnal yang memiliki pengarang-pengarang produktif dan siapakah pengarang yang paling produktif dalam menghasilkan karya ilmiah pada jurnal tersebut dalam kurun waktu tertentu. Setiap pengarang memiliki kemampuan masing-masing untuk menulis artikel ilmiah untuk dimuat pada jurnal. Adakalanya seorang pengarang pada suatu jurnal ilmiah menulis artikel demi menjaga eksistensi jurnal tersebut agar tetap terbit setiap kurun waktu tertentu. Adapula penulis yang ingin memberikan sumbangan pemikiran ataupun demi mengembangkan ilmu pengetahuan di bidangnya masing-masing. Hal ini dapat menjadi penyebab pengarang lain menyitir karya tersebut sebagai referensi.

Di lingkungan USU, jurnal ilmiah dalam bentuk tercetak umumnya diterbitkan oleh Percetakan dan Penerbitan USU (USU Press). USU Press menerbitkan jurnal dari masing-masing disiplin ilmu yang ada di USU. Selama ini, produktivitas pengarang pada jurnal-jurnal tersebut belum pernah diketahui, siapa pengarang yang paling banyak menghasilkan karya, dan karya siapa yang paling sering disitir.

Dengan menerapkan metode bibliometrik dalam penelitian ini yaitu Hukum Lotka, penulis bermaksud untuk mengetahui:  1) tingkat produktivitas pengarang pada jurnal ilmiah tercetak terbitan berbagai Departemen atau Program Studi di lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press tahun 2004-2006; 2) pengarang yang paling produktif pada jurnal ilmiah tercetak terbitan berbagai Departemen atau Program Studi di lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press tahun 2004-2006; dan 3) pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lain pada jurnal ilmiah tercetak terbitan berbagai Departemen atau Program Studi di lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press tahun 2004-2006.

Seperti dijelaskan sebelumnya, dalam kajian bibliometrika terdapat tiga hukum dasar dan salah satunya adalah Hukum Lotka. Dengan menerapkan Hukum Lotka, produktivitas pengarang dan kuantitas karya yang dihasilkan pengarang pada kurun waktu tertentu dapat dilakukan dengan analisis data kuantitatif.

Alfred James Lotka (1880-1949), seorang ahli kimia, demografi, ekologi,  dan matematika yang lahir di Lviv (Lemberg), Ukraina. Tahun 1902 ia menulis sejumlah artikel sepanjang awal dekade abad 20, dan tahun 1925 mengarang sebuah buku tentang teoritis biologi. Artikel yang membuatnya terkenal sebagai salah satu ahli dalam bibliometrika adalah artikel pada Journal of the Washington Academy of the Sciences tentang produktivitas pengarang yang berjudul “Frequency distribution of scientific productivity” (Lotka, 1926 dalam Sulistyo-Basuki, 2002 : 5). Pada artikel tersebut, untuk menganalisis produktivitas pengarang Lotka memberlakukan hukum kuadrat terbalik produktivitas pengarang dengan nilai konstanta.

Rumus umum yang menyatakan hubungan antara frekuensi dari nama-nama pengarang (Y) yang membuat karya tertentu (X), yang kemudian disebut sebagai hukum kuadrat terbalik adalah:

Untuk n=2 berlaku hukum kuadrat terbalik produktifitas ilmiah dengan nilai konstanta sebagai berikut:

Y = Frekuensi, = suatu besaran

Ming (2004 : 1) berpendapat bahwa, “Lotka’s law describes the productivity of scientist within a given population”. Dari pendapat di atas, dapat diartikan bahwa Hukum Lotka menjelaskan tentang produktivitas pengarang terhadap suatu populasi, artinya produktivitas pengarang memiliki komunitas yang sudah ditentukan sebelumnya.

Dari penjelasan di atas dapat dinyatakan bahwa Hukum Lotka dikenal sebagai dasar untuk menghitung distribusi produktivitas berbagai pengarang sejak lama. Hukum Lotka mengemukakan bahwa adanya hubungan terbalik antara jumlah dokumen yang tertulis dengan jumlah penulis yang menghasilkan artikel. Semakin banyak artikel yang ditulis, maka semakin sedikit pengarang yang menulisnya. Namun tidak semua penelitian dapat menggunakan Hukum Lotka untuk menghasilkan nilai produktivitas pengarang.

Setiap pengarang pasti ingin memberikan hasil karya terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu untuk mencapai hasil yang terbaik, pengarang yang produktif selalu berupaya tetap berkarya terus menerus. Dalam hal ini, produktivitas pengarang akan lebih akurat hasilnya jika dilakukan evaluasi dengan melihat kuantitas karya yang mereka hasilkan pada kurun waktu tertentu.

Kuantitas karya merupakan jumlah karya yang dihasilkan oleh seorang pengarang baik secara tunggal maupun kolaborasi. Jumlah karya yang paling banyak dihasilkan oleh pengarang merupakan nilai produktif atau tidaknya seorang pengarang.

Evaluasi produktivitas pengarang dapat dilakukan dengan menganalisa seluruh pengarang dalam suatu populasi. Perhitungan frekuensi seluruh pengarang dalam menghasilkan karya dan telah menerbitkan karyanya pada kurun waktu tertentu sehinggga diperoleh hasil tingkat produktivitas berbagai pengarang dalam populasi tersebut.

Dilihat dari frekuensi seorang pengarang dalam menghasilkan karya tulis dapat dikategorikan bahwa seorang pengarang menulis ada yang secara rutin atau intensif, beberapa kali, dan hanya sekali. Dari kategori tersebut, sudah jelas bahwa nilai produktif dari seorang pengarang dalam menghasilkan karya terdapat pada kategori pengarang yang menulis secara rutin atau intensif terlepas dari alasan apapun yang mendorong mereka untuk menulis. “Hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar pengarang yang menghasilkan satu artikel dan hanya sedikit pengarang yang menghasilkan lebih dari satu artikel”, (Walker dan Raptis dalam Purnomowati, 2006 : 1).

Dalam penelitian ini, penulis melakukan evaluasi produktivitas pengarang dalam berkarya dengan melihat kuantitas karya mereka. Dengan mengukur kuantitas dari karya pengarang maka akan memberikan gambaran bagi kita frekuensi menulis dari setiap pengarang pada jurnal tersebut secara berurutan. Hasil yang diperoleh juga sangat akurat karena dilakukan dengan ketelitian dalam penjumlahan karya dari setiap pengarang.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan tujuan untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian dan untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data. Unit analisis yang dilakukan adalah seluruh artikel yang dimuat dalam jurnal yang diterbitkan oleh berbagai departemen atau program studi di lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press sejak tahun 2004-2006.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh artikel yang dimuat pada jurnal ilmiah tercetak terbitan berbagai Departemen atau Program Studi di lingkungan USU yang dicetak USU Press pada tahun 2004-2006. Data tentang jurnal-jurnal tersebut  diperoleh dari percetakan dan penerbitan USU yaitu USU Press.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah jurnal yang diterbitkan berbagai Departemen atau Program Studi di lingkungan USU selama tahun 2004-2006 yaitu 34 judul jurnal (125 eksemplar) dan memuat total keseluruhan 1.108 artikel. Dengan demikian maka 1.108 artikel tersebut merupakan populasi dan sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini.

Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik dokumentasi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pengumpulan data dengan mengambil data jurnal-jurnal terbitan departemen atau program studi di lingkungan USU dari USU Press selama tahun 2004-2006.
  2. Mengumpulkan artikel-artikel yang dimuat pada masing-masing jurnal.

Analisis data untuk mengetahui tingkat produktivitas pengarang dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Nama pengarang dikumpulkan berdasarkan jurnal yang diterbitkan sejak tahun 2004-2006 dengan jumlah artikel yang dihasilkan secara individu. Untuk pengarang kolaborasi maka yang dimuat adalah nama pengarang yang  namanya disebutkan pertama sekali dalam menghasilkan artikel.
  2. Identifikasi pengarang yang lebih produktif menghasilkan karya selama kurun waktu tahun 2004-2006 dengan mengisi tabel formulir isian.

Analisis data untuk menentukan pengarang yang paling sering disitir dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Identifikasi nama-nama pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lain selama tahun 2004-2006.
  2. Menghitung frekuensi sitiran oleh setiap pengarang pada jurnal yang diterbitkan selama tahun 2004-2006 dengan mengisi tabel formulir isian.
  3. Deskripsi perbandingan pengarang–pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lain selama tahun 2004-2006 terhadap produktivitas pengarang.

PEMBAHASAN

Data yang telah terkumpul dengan menggunakan teknik dokumentasi sesuai dengan prosedur yang telah dikemukakan sebelumnya, selanjutnya akan dideskripsikan secara berurut berdasarkan tahun penerbitan. Jurnal tercetak yang diterbitkan departemen atau program studi di lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press dimulai sejak tahun 2004. Selama kurun waktu 3 tahun USU Press telah mencetak sebanyak 34 judul jurnal 125 eksemplar. Seluruh artikel yang dimuat dihasilkan oleh sebanyak 750 pengarang.

Tingkat Produktivitas Pengarang pada Jurnal Tercetak Terbitan Berbagai Departemen atau Program Studi di Lingkungan USU tahun 2004-2006

Tingkat produktivitas pengarang dirinci untuk mengetahui lebih detail siapa pengarang yang paling aktif menghasilkan karya pada berbagai jurnal dengan mengurutkannya berdasarkan tahun terbit dari tahun 2004-2006. Nama pengarang yang dimuat adalah pengarang individu dan pengarang kolaborasi yang namanya disebutkan pertama sekali dalam menghasilkan artikel ilmiah.

Tingkat produktivitas pengarang pada jurnal terbitan berbagai program studi di lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press selama tahun 2004-2006 adalah merupakan hasil pengolahan data pengarang artikel pada jurnal tersebut. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa pengarang yang paling produktif menghasilkan artikel ilmiah selama tahun 2004-2006 adalah Budi R. Hadibroto sebanyak 9 artikel.

Tabel 2 memuat 10 peringkat pertama pengarang dalam menghasilkan artikel ilmiah. Tabel tersebut merupakan perwakilan dari sebanyak 750 pengarang yang diukur secara individu menghasilkan paling sedikit 1 hingga 9 artikel selama tahun 2004-2006. Jumlah seluruh artikel yang dihasilkan adalah sebanyak 1.108 artikel ilmiah.

Tabel  2:     Tingkat Produktivitas Pengarang pada Jurnal Tercetak Terbitan Berbagai Departemen atau Program Studi di Lingkungan USU yang dicetak USU Press tahun 2004-2006, dari Hasil Tertinggi-Terendah

No Nama Pengarang Jumlah Artikel yang dihasilkan Tahun

2004-2006

  1. 1.
Budi R. Hadibroto 9
  1. 2.
Jonner Hasugian 8
  1. 3.
Bachtiar Surya 7
  1. 4.
Delfitri Munir 7
  1. 5.
Jamaran Kaban 7
  1. 6.
Syahril Effendy Pasaribu 7
  1. 7.
Zulfikar Siregar 7
  1. 8.
Armansyah Ginting 6
  1. 9.
Eniza Saleh 6
  1. 10.
Harry Agusnar 6

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa pengarang yang paling produktif dalam menghasilkan artikel selama kurun waktu tersebut adalah Budi R. Hadibroto yang menghasilkan sebanyak 9 artikel yang terdapat pada Majalah Kedokteran Nusantara dan diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran USU. Kemudian pada peringkat kedua adalah Jonner Hasugian yang menghasilkan sebanyak 8 artikel pada beberapa jurnal. Serta beberapa pengarang lainnya menghasilkan 7, 6, 5, 4, 3, 2, maupun 1 artikel.

Lebih dari setengah pengarang menghasilkan hanya 1 artikel yaitu sebanyak 540 pengarang selama tahun 2004-2006. Perbedaan jumlah pengarang yang menghasilkan 1 artikel mempunyai nilai yang sangat signifikan dibandingkan dengan jumlah pengarang lain yang menghasilkan lebih dari 1 artikel. Pengarang yang menghasilkan 2 artikel juga cukup banyak yaitu sebanyak 140 pengarang. Selebihnya berada dibawah 50 orang pengarang. Pengarang yang menghasilkan 8 dan 9 artikel ilmiah masing-masing hanya berjumlah 1 pengarang. Persentase jumlah pengarang dalam menghasilkan artikel ilmiah pada pada Jurnal Tercetak Terbitan Berbagai Departemen atau Program Studi di Lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press selama tahun 2004-2006 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3 : Persentase Jumlah Pengarang dalam Menghasilkan Artikel

Jumlah Pengarang Jumlah Artikel yang Dihasilkan
540 1
140 2
37 3
11 4
9 5
6 6
5 7
1 8
1 9
750

Rincian Jumlah Pengarang yang Paling Sering Disitir

Nama pengarang yang telah diurutkan pada pengolahan untuk produktivitas pengarang digunakan sebagai acuan dalam mengidentifikasi pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lainnya dalam menghasilkan artikel pada setiap jurnal. Artinya hanya pengarang individu dan pengarang kolaborasi yang namanya pertama sekali disebutkan dalam menghasilkan artikel ilmiah yang akan dilihat jumlah disitirnya mereka oleh pengarang lain pada masing-masing jurnal.

Pada bagian ini hanya akan dibahas 20 peringkat pertama pengarang-pengarang yang paling sering disitir selama kurun waktu 3 tahun yakni 2004-2006.          Perbandingan antara produktivitas pengarang dengan jumlah sitiran terhadap karya dari masing-masing pengarang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4: Perbandingan Produktivitas Pengarang Terhadap Jumlah Sitiran

Antar Sesama Pengarang

No

Nama Pengarang Jumlah artikel yang dihasilkan Tahun

2004-2006

Jumlah disitir
1 Usman Pelly 1 18
2 Hemat R. Brahmana 1 11
3 Sulistyo-Basuki 1 11
4 Mara Bangun Harahap 5 9
5 A. Ridwan Siregar 4 9
6 Zulkifli B. Lubis 4 7
7 Abdul Latif Abu Bakar 1 7
8 Mauly Purba 2 6
9 Taslim 2 6
10 Irwan Abdullah 1 6
11 Jabatin Bangun 1 6
12 Bachtiar Hassan Miraza 2 5
13 Erman Rajagukguk 1 5
14 Henry Sitorus 1 5
15 Timbangan Sembiring 5 4
16 Ben M. Pasaribu 2 4
17 Ahmad Fedyani Syaifuddin 1 4
18 Amrin Saragih 1 4
19 Janianton Damanik 1 4
20 Jufrizal 1 4

Tabel-3 di atas menunjukkan bahwa dari hasil penghitungan jumlah pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lain selama kurun waktu 3 tahun tahun dihasilkan bahwa pengarang yang paling banyak disitir oleh pengarang lain dalam karyanya adalah pengarang yang hanya menghasilkan 1 artikel saja yaitu Usman Pelly yang disitir sebanyak 18 kali. Sebagian besar pengarang tidak pernah disitir oleh pengarang lainnya dalam artikel yang mereka hasilkan.

Berdasarkan data tersebut di atas, maka dapat diketahui bahwa pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lainnya pada jurnal tercetak terbitan berbagai Program Studi di lingkungan USU selama tahun 2004-2006 adalah Usman Pelly yang disitir sebanyak 18 kali. Usman Pelly menulis pada jurnal Etnovisi Volume 1 Nomor 1 Tahun 2005 terbitan Departemen Antropologi Sosial USU.

Deskripsi Perbandingan Pengarang yang Paling Sering Disitir Oleh Pengarang Lain Selama Tahun 2004-2006 Terhadap Produktivitas Pengarang

Dari hasil perbandingan antara produktivitas pengarang dengan jumlah sitiran terhadap karya mereka maka dapat diketahui bahwa pengarang yang paling sering disitir adalah pengarang yang hanya menghasilkan 1 artikel saja yaitu Usman Pelly. Sementara pengarang yang menghasilkan artikel paling banyak Budi R. Hadibroto sebanyak 9 artikel tidak pernah disitir sama sekali selama kurun waktu 2004-2006. Artinya bahwa tidak selalu pengarang yang paling banyak menghasilkan artikel juga akan banyak disitir oleh pengarang lain dalam artikel mereka.

Temuan atas Tingkat Produktivitas Pengarang dan Sitiran pada Jurnal Tercetak Terbitan Berbagai Program Studi di Lingkungan USU yang dicetak USU Press Tahun 2004-2006

Data yang diperoleh untuk tingkat produktivitas pengarang pada jurnal tercetak terbitan berbagai Program Studi di lingkungan USU yang dicetak USU Press tahun 2004-2006 menunjukkan bahwa pengarang-pengarang produktif pada jurnal-jurnal tersebut didominasi oleh pengarang pria dan yang paling produkif menghasilkan artikel ilmiah dalam kurun waktu 3 tahun adalah Budi R. Hadibroto yang menghasilkan sebanyak 9 artikel pada Majalah Kedokteran Nusantara terbitan Fakultas Kedokteran USU

Pengarang penghasil 1 artikel ilmiah selama kurun waktu 2004-2006 adalah 72% dari jumlah persentase keseluruhan dan penghasil 2 artikel sejumlah 19%. Pengarang yang menghasilkan 4 artikel adalah sebanyak 11 pengarang dengan persentase sebesar 1.46% dan 5 artikel yakni sebanyak 1.2%. Selebihnya pengarang yang menghasilkan 6,7,8, dan 9 artikel berada di bawah 1%. Termasuk pengarang yang produktif.

Sitiran yang dilakukan pengarang terhadap karya dari pengarang lain pada jurnal tercetak terbitan berbagai Program Studi di Lingkungan USU yang dicetak oleh USU Press tahun 2004-2006 umumnya jarang terjadi. Sebagian besar pengarang menyitir karya dari pengarang lain di luar sesama pengarang pada jurnal-jurnal tersebut. Pengarang tidak hanya menyitir artikel namun juga menyitir karya lain di luar artikel seperti buku maupun laporan penelitian. Kebanyakan pengarang menyitir karya yang telah mereka hasilkan sendiri sebelumnya. Pengarang yang paling banyak disitir bahkan hanya menghasilkan 1 artikel selama kurun waktu 2004-2006 pada jurnal Etnovisi Volume 1 Nomor 1 Tahun2005 terbitan Departemen Antropologi Sosial USU yang dicetak USU Press yaitu Usman Pelly. Pengarang produktif yang paling banyak disitir adalah Mara Bangun Harahap yang menghasilkan karya 5 artikel pada Jurnal Teknologi Proses dari Departemen Teknik Kimia USU dan disitir sebanyak 9 kali. Sebagian besar yaitu sebanyak 670 pengarang tidak pernah disitir sama sekali oleh pengarang lain termasuk pengarang yang paling produktif.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan hasil penelitian, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Sebagian besar pengarang pada jurnal tercetak terbitan berbagai Program Studi di lingkungan USU yang dicetak USU Press selama tahun 2004-2006 hanya menghasilkan 1 artikel saja.
  2. Pengarang yang paling produktif dalam menghasilkan artikel ilmiah pada jurnal tercetak terbitan berbagai Program Studi di lingkungan USU yang dicetak USU Press selama tahun 2004-2006 adalah Budi R. Hadibroto sebanyak 9 artikel yang menulis pada Majalah Kedokteran Nusantara terbitan Fakultas Kedokteran USU.
  3. Pengarang yang paling banyak disitir oleh pengarang lain dalam karyanya pada jurnal tercetak terbitan berbagai Program Studi di lingkungan USU yang dicetak USU Press selama tahun 2004-2006 adalah Usman Pelly sebanyak 18 kali yang hanya menghasilkan 1 artikel pada Jurnal Etnovisi Volume 1 Nomor 1 Tahun 2005 terbitan Departemen Antropologi Sosial USU.
  4. Pengarang yang paling produktif tidak selalu pengarang yang paling sering disitir oleh pengarang lain.

Penelitian ini disarankan sebagai penelitian lanjutan dalam pengembangan kajian bibliometrika khususnya mengenai produktivitas pengarang dan sitiran pada sekelompok jurnal dengan periode waktu tertentu.

REFERENSI

Archambault, Eric and Gagne, Etienne Vignola (2004). The Use of Bibliometrics in the Social sciences and Humanities. <http://www.science-metrix.com/pdf/SM_2004_008_SSHRC_Bibliometrics_Social_Science.pdf> (20/12/06)

Bremholm, Tony L (2004). Author productivity and citation frequency in the proceedings of the Oklahoma Academy of Science, 1921-2000. <http://digital.library.okstate.edu/OAS/oas.pdf/v84/p53_66.pdf> (20/12/2006)

Harande, Y. I (2001). Author productivity and collaboration: an investigation of the relationship using the literature of technology. <http://www.librijournal.org/pdf/2001-2pp124-127.pdf> (18/12/06)

Masduqi (2004). Produktivitas dan peningkatan ekonomi. <http://www.suaramerdeka.com/harian/0401/24/kha2.htm&gt; (20/02/07)

Ming-Yueh-Tsay (2004). Literature growth, journal characteristics, and author productivity in subject indexing, 1977 to 2000. <http://dewey.yonsei.ac.kr/imet/data/7/tsay64.pdf)> (18/12/06)

Roberts et.al (2006). Top contributors to the school psychology iterature: 1996-2005. <www.edb.utexas.edu/robinson/danr/2006%20RDZGR.pdf>. (12/03/06)

Sen, B. K. and Taib, C.A.b. and Hassan, M.F.b. (1996). Library and information science literature and Lotka’s Law. Malaysian Journal of Library & Information Science 1(2):pp. 89-93.

Soedradjad, R (2000). Artikel Ilmiah. <http://elearning.unej.acid/courses/PNA351/document/ Bab_8_Artikel_Ilmiah.pdf?cidkeq=PNA351> (23/05/06)

Sulistyo-Basuki (2006). Perpustakaan dan informasi dalam konteks budaya. Depok: Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, FIB, UI.

Sulistyo-Basuki (2002). Bibliometrika, Sainsmetrika, dan Informetrika. Depok: Masyarakat Informatika Indonesia (kursus bibliometrika).

Yoshikane, Fuyuki (2001). Comparative analysis of author productivity of different domains: in consideration of the effect of sample size dependency of the statistical measures. <http://surrd2.niad.ac.jp/faculty/fuyuki/issi/2001.pdf>. (20/12/06)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: