Home » JKDMM » PENGARUH DISIPLIN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA, Oleh : M. Thoha Mahmun

PENGARUH DISIPLIN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA, Oleh : M. Thoha Mahmun

Kirim SMS Gratis di sini

SMS Gratis
Please upgrade your browser

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji pengaruh variabel disiplin dan kompensasi terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya. Peneliti tertarik dengan dengan masalah ini karena dalam upaya meningkatan kinerja pegawai, UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya telah melakukan penerapan disiplin dan pemberian kompensasi kepada pegawainya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin dan kompensasi terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya baik secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwiajaya. Dalam penelitian ini populasi yang dimaksud adalah pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya yang berjumlah 50 orang

Hasil analisis  ini menginformasikan bahwa (1) Disiplin kerja pegawai berpengaruh positif dan sangat nyata terhadap kinerja      pegawai UPT  Perpustakaan Universitas Sriwijaya. (2) .  Pemberian kompensasi berpengaruh positif dan sangat nyata terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya. (3) Disiplin kerja pegawai dan pemberian kompensasi berpengaruh sangat nyata terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya

Pendahuluan

Ditinjau dari segi progam kegiatan perguruan  tinggi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perepustakaan  Universitas Sriwijaya berfungsi sebagai pusat pelayanan informasi untuk program pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Sedangkan bila ditinjau dari segi proses pelayanan, sebagai perpustakaan perguruan  tinggi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan  Universitas Sriwijaya berfungsi sebagai pusat pengumpulan, pelestarian, pengolahan, pemanfaatan dan penyebar luasan informasi.

Untuk menjalankan ke empat fungsi tersebut diatas, maka Perpustakaan Univeristas Negeri Sriwijaya harus  dikelola dengan  baik dan benar. Agar pengelolaan dapat dilakukan dengan baik dan benar maka diperlukan kinerja pegawai perpustakaan yang baik. Kinerja pegawai dikatakan baik bila seorang pegawai dapat melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada.

Hal ini sejalan dengan pendapat Anwar Prabu Mangkunegara (2001, h. 67), bahwa kinerja  adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung  jawab yang diberikan kepadanya.

Demikian juga  batasan kinerja yang digunakan dalam  Peraturan Pemerintah R I Nomor 10 tahun 1979 pasal 4  bahwa prestasi kerja adalah hasil kerja yang dilakukan oleh pegawai negeri sipil  dalam melaksanakan tugas yang dibebankan  kepadanya.

Menurut berbagai penelitian mengatakan bahwa untuk dapat mengahasilkan suatu kinerja yang baik seorang pegawai dituntut untuk mempunyai disiplin yang tinggi. Seorang pegawai disebut berdisiplin tinggi bila dia memiliki sikap, mental dan perbuatan  yang taat  pada aturan-aturan yang ditetapkan.

Menurut Hasibuan  (2002, h. 193) “ Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan  perusahaan dan norma- norma sosial yang berlaku “.

Sebagai pegawai yang berkerja di instansi pemerintah, pegawai  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Sriwijaya harus dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1980 tentang disiplin pegawai negeri bahwa setiap pegawai negeri dituntut untuk dapat menjalan disiplin kerja.

Namun demikian, dengan disiplin saja pun tidaklah cukup untuk menghasilkan kinerja yang baik. Kerena sebagai manusia, pegawai memerlukan penghargaan atau kompensasi  akan prestasi yang telah dicapai. Untuk itu  maka pemberian  kompensasi kepada pegawai perlu menjadi pertimbangan mutlak bagi menajemen perpustakaan.

Hal ini sesuai dengan pendapat  Djamaludin ( 2006 h. 21) bahwa  salah satu dari fungsi manajemen sumber daya manusia adalah  tentang kompensasi.

Untuk meningkatkan kinerja pegawai,  UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya telah melakukan upaya pendisiplinan pegawai dan pemberian kompensasi.

Dalam upaya pendisiplinan pegawai, UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya telah menggunakan mesin pencatat kehadiran yang dikenal dengan card finger. Dengan menggunakan mesin ini diharapkan kehadiran pegawai akan bisa lebih baik.

Untuk pemberian kompensasi, UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya telah memberikan kompensasi finansial  dan non finasial. Kompensasi finansial yang diberikan berupa  gaji ,uang transport, uang makan  dan insentif. Sedang untuk kompensasi non finansial berupa pakaian, askes, penghargaan dan libur tahunan.

Sehubungan dengan  hal ini maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang  “ Pengaruh Disiplin dan  Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Sriwijaya ”

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah terdapat pengaruh  disiplin terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya ?
  2. Apakah terdapat  pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan   Universitas Sriwijaya ?
  3. Apakah terdapat  pengaruh disiplin dan kompensasi  terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya ?

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk  :

  1. Mengetahui  pengaruh disiplin terhadap kinerja pegawai
  2. Mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai
  3. Mengetahui pengaruh disiplin dan pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai

Kegunaan
Kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai bahan masukkan kepada UPT Perpustakaan  Universitas Sriwijaya tentang pengaruh disiplin dan kompensasi terhadap kinerja   pegawai.
  2. Dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi peneliti selanjutnya mengenai pengaruh  disiplin dan pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai

Metode Penelitian

1. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini berjalan selama 4 bulan yakni mulai bulan Maret 2008 dan diperkirakan berakhir pada bulan Juni 2008. Penelitian ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sriwijaya di Indralaya.

2. Teknik Pengumpulan Data

Dalam melaksanakan penelitian ini peneliti memerlukan pengumpulan data melalui :

  1. Data Primer
    Yaitu  data yang diperoleh dari sumber data dengan metode pengumpulan  data yang dilakukan dengan cara pemberian/penyebaran kuesioner.
  2. Data Sekunder
    Yaitu data yang telah dikumpulkan lebih dahulu oleh pihak lain, sehingga penulis bisa mendapatkannya cukup dengan cara membaca literature yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

3. Populasi dan Sampel

Populasi menurut Sugiono (1994:57) adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diharapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya  sebanyak 50 orang.

Sampel menurut Sugiono (2004, h. 73) adalah “sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.  Dalam penelitian jumlah sampel menurut Arikunto (2003, h.125) bahwa “Apabila subjek/populasinya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.  Selanjutnya, bila subjek/populasinya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.

Sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang yang berarti seluruh populasi digunakan sebagai sampel, dengan demikian sampel yang digunakan adalah sampling jenuh.  Dari 50 orang sampel tersebut 20 orang untuk uji coba dan 30 orang lagi untuk data penelitian.

4. Rancangan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei dan penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis.  Penelitian ini melihat pengaruh disiplin (X1) dan pemberian kompensasi (X2) terhadap kinerja Pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya (Y).  Dalam menganalisis data peneliti menggunakan Analsis Deskriptif terlebih dahulu kemudian menggunakan Analisis Inferensia dengan Metode Regresi yang diolah dengan menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) Relase 13,0.

Dalam meminimalkan kekeliruan (error) dipergunakan taraf significan (α) sebesar 0,05.  Unit analisis adalah Pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya.

Tinjauan Pustaka

Pengertian Kinerja, Disiplin dan Kompensasi

Dalam penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu kinerja, disiplin dan kompensasi. Agar terdapat  kesamaan tentang ketiga pengertian variabel  , maka perlu dijelaskan terlebih dahulu batasan apa yang dimaksud dengan kinerja, disiplin dan kompensasi.

1. Kinerja

Kinerja merupakan terjemah dari  bahasa Inggeris Performance. Menurut   kamus The New Webster Dictionary ”Performance “artinya adalah pelaksanaan tugas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kinerja artinya adalah prestasi kerja.

Menurut beberapa ahli,  kinerja memiliki arti yang lebih luas dari pelaksanaan tugas.

Mangkunegara (2001, h.67), memberikan  pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab  yang diberikan kepadanya.

Pengertian yang hampir mirip disampaikan oleh Hasibuan (1994, h. 105), bahwa  kinerja sebagai suatu hasil kinerja yang dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan  kepadanya yang berdasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu.

Sejalan dengan kedua definisi tersebut diatas dalam  Peraturan Pemerintah R I Nomor 10 tahun 1979 pasa 4 ( M. Asad (1995, h. 47), menyatakan bahwa prestasi kerja adalah hasil kerja yang dilakukan oleh pegawai negeri sipil  dalam melaksanakan tugas yang dibeban kepadanya.

Dari berbagai difinisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja seseorang dalam melaksanakan tugas yang beban kepadanya. Kinerja sifatnya bisa perorangan  maupun kelompok. Sedang seseorang untuk dapat menghasilkan kinerja  kinerja yang baik dipengaruhi oleh  faktor kemampuan (abilty) dan  motivasi.

Sesuai dengan  Djamaludin (2007, h. 58) yang menyatakan  bahwa kinerja individu dipengaruhi oleh ability atau kemampuan dan motivasi ( berapa besar seseorang merasa terdorong untuk bekerja).

Selanjutnya Djamaludin ( 2006, h. 13), menjelaskan bahwa dalam teori perilaku organisasi sering dikemukakan faktor utama kinerja (P) pegawai ditentukan oleh kemampuan yang dimilikinya  ability(A) dan sejauhmana motivasi (M) berperan dalam mendorong semangat kerjanya. Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

P= M X A

P= Performance

M=Motivation

A= Ability

Sedangkan untuk dapat mengukur kinerja seseorang diperlukan suatu kriteria yang jelas agar dapat diukur.

Menurut Micoriza (2006, h. 11) menyampaikan bahwa Bernardin (1993, h. 30) mengemukakan 5 (lima) kriteria yang dapat dipergunakan untuk mengukur kinerja :

1)  Kualitas

Tingkat dimana hasil aktivitas yang dilakukan mendekati sempurna dalam menyesuaikan beberapa cara ideal dari penampilan aktivitas ataupun memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan dari suatu aktivitas.

2)  Kuantitas

Jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah-istilah seperti dolar, jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.

3)  Ketepatan Waktu

Tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada waktu awal yang diinginkan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

4)  Efektivitas

Tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan keuntungan atau mengurangi kerugian dan setiap unit atau instansi dalam penggunaan sumber daya.

5) Kemandirian

Kriteria ini berhubungan dengan tingkat kemandirian yang dimiliki oleh pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

2. Disiplin

Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia  Bahasa Indonesia Poerwadarminta (1989, h. 192 ) menyatakan bahwa  disiplin adalah ketaatan ( kepatuhan ) kepada peraturan  tata tertib. Sedangkan menurut Keith (1985, h. 366) menyatakan  bahwa “ Dicipilne is management action to enforce organization standar” ( Displin adalan pelaksanaan manajemen yang mengacu pada standar organisasi ).

Selanjutnya menurut Hasibuan  (2002, h. 193) “ Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesedian seseorang mentaati semua peraturan  perusahaan dan norma- norma sosial yang berlaku.

Menurut Sinungan (2000, h. 145 ) ” Disiplin yaitu sebagai sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat berupa ketaatan  (obedience) terhadap peraturan – peraturan atau ketentuan yang ditetapkan pemerintah atau etik, norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat untuk tujuan tertentu.

Sedangkan  menurut peraturan pemerintah  No. 30  Tahun 1980, Tolok ukur disiplin kerja pegawai negeri sipil adalah mentaati kewajiban yang tidak boleh melanggar larangan Pegawai Negeri Sipil antara lain sebagai berikut :

1. Kewajiban terdapat 26 butir, diantaranya sering  diperhatikan adalah :

  1. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan negara.
  2. Mentaati ketentuan jam kerja
  3. Mentaati segala peraturan perundang – udangan dan peraturan kedinasan yang berlaku
  4. Menjadi dan memberi contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya.

2. Kompensasi

Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. Pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi MSDM yang berhubungan dengan semua jenis pemberiaan penghargaan individual sebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian.

Soedarmayanti (2001, h. 23) bahwa kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh pegawai sebagai balas jasa untuk kerja mereka.

Sedang menurut Hasibuan (2003, h.118)  bahwa kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.

Simamora (2003, h. 541) yang mengatakan bahwa terminologi atau pembagian dari  kompensasi adalah dalam bentuk kompensasi  finansial dan non finansial. Kompensasi finansial terdiri dari kompensasi langsung, kompensasi finansial langsung (direct finansial compensation) terdiri dari bayaran (pay) yang diperoleh pegawai dalam bentuk gaji, upah, bonus dan komisi. Kompensasi finansial tidak langsung (indirect finansial compensation) yang disebut juga dengan tunjangan meliputi semua imbalan finansial yang tidak tercakup dalam kompensasi langsung. Kompensasi non finansial (non financial compensation) terdiri dari kepuasan yang diperoleh seseorang dari pekerjaan itu sendiri atau dari lingkungan psikologis dan atau fisik dimana orang tersebut bekerja.

Pendapat yang hampir sama disampaikan  Djamaludin ( 2007, h. 255) bahwa menurut  W.B. Wether, JR at al  membagi kompensasi atas :

  1. Direct Compensation(kompensasi langsung)  yang meliputi :
    1. Compensation Management ( gaji dan upah)
    2. Insentif and Gainsharing ( pembayaran atas kinerja)
    3. Indirect Compensation ( kompensasi tidak langsuang :
      1. Benefit & Service
      2. Security, Safety  Health

Pembahasan

Sesuai dengan  tujuan penelitian, dalam pembahasan  ini dibahas secara berturut-turut tentang hasil penelitian dalam bentuk analisis statistika deskriptif dan analisis inferensia. Analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensia tersebut akan dibantu oleh Program SPSS (Statistical Package for The Social Sciencies) relase 13,0.

A. Analisis Statistika Deskriptif

Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) variabel, yaitu kinerja pegawai (Y), variabel disiplin pegawai (X1), dan variabel kompensasi (X3).  Jumlah responden yang dipergunakan dalam penelitian ini berjumlah 50 orang responden yang merupakan pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sriwijaya.  Dari 50 orang responden tersebut di atas terdiri dari 20 orang responden untuk uji instrument, yaitu uji vakiditas dan uji reliabilitas, serta 30 orang responden untuk analisis deskriptif masing-masing variabel penelitian, uji sebaran data (uji normalitas), dan analisis statistika inferensia.

Berdasarkan data yang dikumpulkan melalui instrumen penelitian maka dapat dilihat secara terinci secara berturut-turut nilai total skor terendah dan tertinggi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, dan modus, skewness, kurtosis, frekuensi distribusi, dan grafik sebaran data yang tercantum pada Tabel Distribusi frekuensi dan  Gambar sebaran data berikut ini.

Tabel 1

Distribusi frekuensi data masing-masing variabel

U r a i a n Kinerja Disiplin Kompensasi
N Valid 30 30 30
Missing 0 0 0
Mean 105.5333 86.4000 79.9333
Std. Error of Mean 1.21838 .80315 1.39369
Median 106.0000 86.0000 78.0000
Mode 102.00 86.00 78.00
Std. Deviation 6.67333 4.39906 7.63356
Variance 44.533 19.352 58.271
Skewness .280 .262 .547
Std. Error of Skewness .427 .427 .427
Kurtosis -.406 .035 -.094
Std. Error of Kurtosis .833 .833 .833
Range 25.00 18.00 31.00
Minimum 94.00 78.00 64.00
Maximum 119.00 96.00 95.00
Sum 3166.00 2592.00 2398.00

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS relase 13,0.

1.  Kinerja Pegawai (Y)

Hasil pengolahan data dengan SPSS relase 13.00 terhadap  30 orang responden terlihat nilai total skor tertinggi untuk kinerja pegawai (Y) adalah 119,00 dan nilai total skor terendah adalah 94,00 dengan nilai rata-rata (mean) adalah 105,53, simpangan baku adalah 6,67, median sebesar 106,00 dan modus sebesar 102,00.  Dari data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata (mean), modus, dan median yang tidak jauh berbeda.  Hal ini menggambarkan bahwa sebaran data variabel kinerja pegawai (Y) cendrung berdistribusi normal.

2.   Disiplin

Hasil pengolahan data dengan SPSS relase 13.00 terhadap  30 orang responden terlihat nilai total skor tertinggi untuk disiplin kerja pegawai (X1) adalah 96,00 dan nilai total skor terendah adalah 78,00 dengan nilai rata-rata (mean) adalah 86,40, simpangan baku adalah 4,40, median sebesar 86,00 dan modus sebesar 86,00.  Dari data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata (mean), modus, dan median yang tidak jauh berbeda.  .  Hal ini menggambarkan bahwa sebaran data variabel disiplin pegawai (X1) cendrung berdistribusi normal.

3. Kompensasi

Hasil pengolahan data dengan SPSS relase 13.00 terhadap  30 orang responden terlihat nilai total skor tertinggi untuk kompensasi (X2) adalah 95,00 dan nilai total skor terendah adalah 64,00 dengan nilai rata-rata (mean) adalah 79,93, simpangan baku adalah 7,63, median sebesar 78,00 dan modus sebesar 78,00.  Dari data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata (mean), modus, dan median yang tidak jauh berbeda.  Hal ini menggambarkan bahwa sebaran data variabel pemberian kompensasi (X2) cendrung berdistribusi normal.  

B. Analisis Statistika Inferensia.

Setelah dilakukan analisis deskriptif, uji instrumen, dan uji sebaran data (uji normalitas), langkah selanjutnya adalah melakukan analisis statistika inferensia dengan menggunakan analisis regresi liner berganda, dan koefisien determinasi serta analisis varians (Anova).

1. Pengaruh disiplin dan kompensasi terhadap kinerja pegawai

Analisis Regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel disiplin kerja pegawai (X1) dan variabel kompensasi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y).  Hasil analisis statistika dengan bantuan SPSS diperoleh koefisien regresi seperti pada Tabel 2 berikut ini.

Tabel 2

Koefisien Regresi Linear Berganda

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 7.329 12.985 .564 .577
Disiplin .778 .189 .513 4.118 .000
Kompensasi .388 .109 .444 3.566 .001

a  Dependent Variable: Kinerja

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS relase 13,0

Dari Tabel 2 tersebut di atas diperoleh :

(a).  Persamaan regresi linear berganda :

Y = 7,329 + 0,778 X1 + 0,338 X2 + e

Keterangan : Y  = Kinerja pegawai

X1 = Disiplin kerja pegawai

X2 = Kompensasi

e  =  Error

(b).  Koefisien regresi (b) :

(1). b0 =  7,329.  Artinya : jika tidak ada peningkatan disiplin kerja pegawai

dan pemberian kompensasi  maka kinerja pegawai sebesar 7,329.

(2). b1 = 0,778.  Artinya : jika ada peningkatan disiplin kerja pegawai

meningkat sebesar 1%, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar

0,778 % atau  sebaliknya dengan asumsi bahwa faktor lain tetap.

(3). b2 = 0,338.  Artinya: jika ada peningkatan pemberian kompensasi

sebesar 1 %, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,338 % atau

sebaliknya dengan asumsi bahwa faktor lain tetap.

(c).  Uji t (parsial)

Dari Tabel 2 tersebut di atas juga dapat dijelaskan bahwa :

(1). Disiplin kerja pegawai (X1) berpengaruh sangat nyata (signifikan) secara

parsial terhadap kinerja pegawai (Y).  Keadaan ini ditunjukkan oleh nilai

sig. = 0,000 ≤ α = 0,05

(2). Pemberian kompensasi (X2) berpengaruh sangat nyata (signifikan) secara

parsial terhadap kinerja pegawai (Y).  Keadaan ini ditunjukkan oleh nilai

sig. = 0,001 ≤ α = 0,05.

2.  Koefisien Determinasi (R2) :

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur secara bersama-sama (agregat) seberapa besar pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen.  Dalam penelitian ini koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur pengaruh disiplin kerja pegawai (X1) dan pemberian kompensasi (X2) secara bersama-sama (agregat) terhadap kinerja pegawai (Y).

Hasil analisis statistika dengan bantuan SPSS relase 13,0 diperoleh koefisien determinasi (R2 ) = 0,738 seperti pada Tabel 19 berikut ini.

Tabel 3

Koefisien determinasi (R2)

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .859(a) .738 .719 3.53852

a  Predictors: (Constant), disiplin, kompensasi

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS relase 13,0

R2 = 0,738 artinya : sebesar 73,8 % variabel kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh variabel disiplin kerja pegawai (X1) dan pemberian kompensasi (X2), sedangkan 26,2 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak tercakup dalam persamaan regresi.

3.  Analisis Variasi (ANOVA)

Analisis variasi (ANOVA) berfungsi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variasi dari variabel independen terhadap variabel dependen.  Dalam penelitian ini akan dianalisis seberapa besar pengaruh variasi disiplin (X1) dan pemberian kompensasi (X2) secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai (Y). Uji yang digunakan dalam analisis variasi adalah Uji-F.

Hasil analisis statistika dengan bantuan SPSS relase 13,0 diperoleh analisis variasi (ANOVA) seperti pada Tabel 4 berikut ini.

Tabel 4

Analisis Variasi (ANOVA)

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 953.396 2 476.698 38.071 .000(a)
Residual 338.071 27 12.521
Total 1291.467 29

a  Predictors: (Constant), disiplin, kompensasi

b  Dependent Variable: Kinerja

Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS relase 13,0.

Dari Tabel 4 tersebut di atas menunjukkan hasil analisis statistika dengan menggunakan Uji- F (ANOVA),   bahwa disiplin (X1) dan pemberian kompensasi (X2) secara bersama-sama berpengaruh sangat signifikan terhadap kinerja pegawai (Y).  Keadaan ini ditunjukkan oleh nilai sig = 0,000 < 0,05.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dibantu dengan computer (Program SPSS Relase 13.0) dan hasil pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.  Disiplin kerja pegawai berpengaruh positif dan sangat nyata terhadap kinerja      pegawai UPT  Perpustakaan Universitas Sriwijaya.  Ini ditunjukkan dari hasil analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS relase 13,0, yaitu koefisien regresi (b) = 1,190; koefisien determinasi (R2) = 0,615; dan nilai nilai sig. = 0,000 < α = 0,05.

Berdasarkan  hasil analisis regresi linear sederhana ini menunjukan bahwa penerapan disiplin terhadap pegawai yang dilakukan oleh UTP Perpustakaan Universitas Sriwijaya melalui penggunaan mesin pencatat absensi dan tindakan lainnya merupakan suatu tindakan yang tepat dan benar karena untuk membangun suatu kinerja pegawai yang baik, disiplin kerja pegawai merupakan salah syarat yang harus dipenuhi. Tanpa adanya disiplin,  mustahil kinerja pegawai  yang baik dapat dicapai.

2.  Pemberian kompensasi berpengaruh positif dan sangat nyata terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya.  Ini ditunjukkan dari hasil analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS relase 13,0, yaitu koefisien regresi (b) = 0,662; koefisien determinasi (R2) = 0,574; dan nilai sig. = 0,000 < α = 0,05.

Berdasarkan  hasil analisis regresi linear sederhana ini menunjukan bahwa pemberikan kompensasi berupa finansial maupun non finansial oleh UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya terhadap pegawai merupakan suatu keharusan karena hal ini sesuai dengan salah satu fungsi  manajemen sumber daya manusia yaitu tentang pemberian kompensasi.

3.  Disiplin kerja pegawai dan pemberian kompensasi berpengaruh sangat nyata terhadap kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya.  Ini ditunjukkan oleh koefisien regresi b1 = 0,778 dan b2 = 0,388; koefisien determinasi (R2) = 0,738; nilai sig. = 0,000 < α = 0,01.

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda ini menunjukan bahwa penerapan disiplin dan pemberian kompensasi  yang dilakukan oleh UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya  merupakan suatu program yang sangat tepat dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai.

Saran-saran

Bertitik tolak dari kesimpulan hasil penelitian di atas, berikut ini diajukan beberapa saran yang kiranya dapat berguna sebagai bahan pertimbangan guna meningkatkan kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya :

(1). Disiplin kerja dan pemberian kompensasi hendaknya menjadikan fokus utama

dalam program peningkatan kinerja pegawai UPT Perpustakaan Universitas

Sriwijaya.

(2). Dalam menegakan disiplin kerja hendaknya UPT Perpustakaan Universitas

Sriwijaya dapat berlaku adil terhadap semua pegawai.

(3).  Untuk menjaga disiplin pegawai hendaknya UPT Perpustakan Universitas

Sriwijaya dapat melakukan penegakan disiplin kerja terhadap pegawai yang

melanggar peraturan kerja

(4). Dalam pemberian kompensasi hendaknya UPT Perpustakaan Universitas

Sriwijaya dapat berlaku adil dalam arti sesuai dengan kontribusi yang

diberikan oleh masing masing pegawai.

(5).  Diharapkan dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji masalah-masalah

kinerja pegawai dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan

menggunakan variabel bebas lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Djamaludin., Arief , 2007. Diktat  Kuliah Tindak Lanjut Pengembangan SDM Evaluasi Kerja dan KompensasiPalembang :  Program Magister UTP

Djamaludin., Arief 2006. Diktat  Kuliah Persiapan dan Seleksi Dalam MSDM.    Palembang :  Program Magister Manajemen UTP

Hasibuan, Malayu, S.P.,1994. Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Micoriza, M, 2006. Pengaruh Kompensasi dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 41 Palembang

Peraturan Pemerintah RI Nomor 10  Tahun 1979 tentang Penilian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. Dari http://www.humkumonlne.com

Simamora, Hanry, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : STIE YKPN

Sudarmayanti, 2001. Sumber Daya Manusia dan Produktifitas Kerja. Bandung : Manda Maju.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: